"Humble"

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

See More »

Your are here: Home / Share with Us

Berasumsi Mengenai Hoax dan "Temannya"

Share with Us | 0 Komentar

Siapa sih yang ngga pernah berasumsi? Suatu pendapat pribadi yang belum teruji kebenarannya. Orang paling senang berasumsi. Padahal saat berasumsi ia sedang menanamkan sudut pandangnya yang belum tentu benar ke orang lain. Saat asumsinya diterima akan menimbulkan kebanggaan dan mendorongnya untuk berasumsi lagi. Parahnya kadang ia memaksakan kehendaknya melalui asumsinya agar diterima secara mutlak. 

Bahayanya ialah asumsi malah dapat membuat orang terpuruk dan tidak termotivasi karena salah penanganan. Lihat saja saat seorang pimpinan mendapati bawahannya yang dianggap salah, seringkali tanpa klarifikasi mendalam langsung memberi sanksi. Lantas kenapa orang mudah berasumsi? 

Malas mencari fakta, buru-buru,  atau bahkan kurang gaul sehingga pengetahuannya cetek tapi belagak sotoy, cuma mengandalkan pengalaman saja yang belum tentu cocok diterapkan di situasi berbeda. Contoh paling mudah ialah penyebaran hoax, dimana tanpa kroscek sayapun kadang langsung membagikan yang akhirnya menambah kisruh suasana. Apalagi kalau sudah diembel-embeli ‘naskah' tertentu yang langsung di-amin-i. Makanya bangsa ini paling demen dibohongi massal, kirim satu hoax dan menjadi kebenaran mutlak.

Hoax dibuat oleh orang iri, disebarkan oleh orang bodoh dan diterima dengan baik oleh orang idiot; saya pernah menjadi kaum kedua dan ketiga dan kapok, karena seringkali memperkeruh suasana.

Apapun informasi yang sekarang beredar, tolong menjadi cerdiklah dan bijak agar tak turut menjadi biang kerok buruknya situasi. Tapi itu hak Anda sih, karena pada akhirnya kita juga yang dapat turut menciptakan kedamaian bahkan perang.

Tombolnya ada di tangan kita, terserah mana yang mau ditekan. Tapi pastikan tombol itu bukan berasal dari asumsi dangkal. Makanya banyak baca sejarah dan perkembangan biar ngga dangkal dan membodohi diri sendiri… (ysw) soulartist

Sumber Foto: tigasikuindonesia.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

About Us

New Comments

cantik ????...
Nama: mama rempong di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Good......moga sukses slalu...
Nama: Rhychy di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

I love you sexy lady ... ????...
Nama: Mary di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Contact Us