"Humble"

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

See More »

Your are here: Home / Share with Us

Bercerminnya Pakai Cermin Sendiri, Bukan Cermin Orang Lain

Share with Us | 0 Komentar

Menurut Balties, siapa sih orang yang tak mau terlihat menarik?
Seperti halnya seorang lelaki di sebuah toilet umum; ketika saya masuk untuk buang hajat kecil, ia sedang mematut rambut dan muka di cermin. Saya selesai menunaikan hajat, ia masih mematut diri hingga saya keluar toilet. Entah sudah berapa lama ia mengagumi rambut ciptaan Sang Khalik dengan mengklewer-klewerkannya 'bak Superman'.

Semua orang tengah berlomba menarik perhatian dengan kesantunan, wajah rupawan dan gaya hidup metropolis sampai muka klimis. Tak ada yang salah kok. Tapi sejauh manusia hanya mementingkan penampilan demi menarik perhatian orang lain, ia lupa akan tugasnya untuk bermanfaat bagi sesama. Seberapa banyak yang memposting artikel, foto, dan lain-lain di medsos, dan berharap mendapat banyak ‘like’ dan ‘love’? Ini bukti bahwa orang semakin mementingkan kepentingannya sendiri yang kadang tak penting juga.

Orang lalu mudah kecewa saat tak mendapat perhatian dan berlomba melakukan hal absurd demi mendapat perhatian. Lalu lupalah bahwa ia dilahirkan bukan untuk mematut diri saja, tetapi apakah yang dilakukan bermanfaat bagi sesama? Seperti ungkapan, ‘kita mendaki hingga puncak gunung bukan agar orang melihat kita di atas puncak, tetapi agar kita melihat orang lain di bawah, kemudian turun membantu mereka naik ke puncak.’ Tapi berada di puncak bisa juga membuat manusia sombong, karna melihat orang di bawah begitu ‘kecil’ dan ia pun lupa bahwa orang melihat dia di atas pun kecil. Jadi apa yang mau dibanggakan dengan terus mematut diri demi perhatian?

Sudahlah kisanak, hidup tak sekedar meminta perhatian. Justru kita dilahirkan untuk membuat orang selayaknya berharga sesuai kodrat Ilahi yang diberikan kepada setiap insan. Saat kita bisa mengangkat derajat orang dan membuat mereka bermanfaat bagi lingkungannya, bukankah Sang Khalik sangat menghargai itu, walau sesama manusia tak memandang jerih payahmu?

Pilihlah untuk diperhatikan Sang Khalik, daripada sekedar pujian manusia yang hari ini ada esok sudah lisut seperti rumput yg diinjak-injak lalu mati.

(ysw) soulartist

Sumber Foto: image-serve.hipwee.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

About Us

New Comments

cantik ????...
Nama: mama rempong di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Good......moga sukses slalu...
Nama: Rhychy di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

I love you sexy lady ... ????...
Nama: Mary di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Contact Us