"Humble"

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

See More »

Your are here: Home / Share with Us

Gagal VS Kalah

Share with Us | 0 Komentar

Setiap orang pasti pernah kalah dan sebagian pernah gagal. Kalah ialah mereka yang pernah bertempur dan mendapat pelajaran untuk menemukan potensi yang terpendam, untuk bangkit lagi. Mereka yang gagal biasanya takut memulai dan berhenti sebelum pertempuran selesai. Yang kalah pun bisa gagal saat ia berhenti bangkit untuk mencoba lagi. Ketakutannya kalau tidak berhasil lebih besar daripada keinginannya untuk menang.

Tapi sebenarnya dalam hidup tak ada kalah maupun menang. Semua hanya proses yang harus dilalui untuk membentuk karakter tahan uji. Beberapa waktu lalu saya menghadapi seseorang yang selalu berkata terserah dan tak mau menentukan apa kemauannya. Anehnya saat hidupnya tak ada perubahan, dengan entengnya menyebut nama saya sebagai pemicunya. Padahal karakter dan attitudenya-lah yang membuat hidupnya mandeg.

Banyak orang yang siap kalah sehingga tak melakukan apa-apa dan menjadi gagal. Level kehidupannya takkan pernah beranjak naik bila hidup penuh perhitungan 'seandainya tidak berhasil, seandainya gagal lagi',  hingga ia hanya berdiam diri memikirkan kemungkinan buruk yang mungkin menimpa dan mungkin saja tak pernah terjadi.

Kunci memenangkan pertempuran ialah dengan mempersiapkan diri menjadi pemenang, memiliki mental pemenang,  belajar menjadi pemenang dan siap menjadi pemenang. Menangkan setiap proses yang dilalui, selalu bangkit meskipun jatuh terluka dan berdarah bahkan hampir mati. Biarkan bekas luka itu menjadi monumen perjuangan dan saksi hidup yang menggentarkan setiap lawan. Biarkan bekas luka itu menjadi bukti bahwa kita tak pernah menyerah dan bukan kaum pinggiran yang gagal; sampai rasa sakit itu menjelma menjadi penawar, sampai rasa sakit itu menyerah pada keinginan kita untuk menang.

Manusia dilahirkan bukan menjadi ekor, tapi ditakdirkan untuk menjadi kepala; dan mereka yang berhasil menaklukkan diri sendiri melebihi seorang pahlawan yang merebut kota.
Pastikan itu Anda!

(ysw) soulartist 

Sumber Foto: cdns.klimg.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

About Us

New Comments

cantik ????...
Nama: mama rempong di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Good......moga sukses slalu...
Nama: Rhychy di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

I love you sexy lady ... ????...
Nama: Mary di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Contact Us