"Humble"

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

See More »

Your are here: Home / Share with Us

"Humble"

Share with Us | 0 Komentar

Sejak Minggu malam ini saya resmi menjadi siswa pelatihan selama 2 hari.
Aneh rasanya harus nginap di mess dan secara resmi duduk sebagai siswa. Kalau biasanya mengajar, sekarang diajar. Saya senang belajar, walau untuk kali ini agak aneh berstatus siswa. Tapi ini proses yang harus saya jalani agar kepala tdk membesar dan hidung mengembang, yang kalau ditusuk lalu kempes.

Saya bisa memahami mengapa orang malas belajar, baik secara mandiri maupun dipaksa. Dalam pandangan saya yang ngga setuju boleh protes, mereka yang ketika tidak belajar lalu berdalih kanan-kiri, ini-itu mereka yang merasa sudah pintar. Atau mereka merasa sudah cukup ilmunya. Bisa juga karena merasa tidak butuh belajar, yang penting kejar uang dan jadilah budak uang. Atau yang paling penting, mereka yang tak mau (menghindari) belajar degan berbagai alasan ialah mereka yang bersikap tinggi hati.

Padahal untuk belajar perlu kerendahan hati yang membuat tingkap pemahaman kita terbuka lebar bagi masuknya berbagai pengetahuan baru. Bahkan kadang saya mendapat pengetahuan yang sama di waktu berbeda, tetapi saya mendapat pemahaman dari sudut pandang berbeda pula. Tergantung kebutuhan diri saat itu. Jadi mereka yang enggan belajar ibarat gelas kosong yang selalu tertutup. Cara pandang pun sempit dan rentan didoktrinasi hal-hal negatif yang kelak menghancurkan masa depan sendiri.

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

Memang tidak enak kalau harus belajar dari bawah, tapi kondisi inilah yang membuat kita tetap rendah hati. Yang paling penting, setelah belajar ilmu baru, apakah mau diaplikasikan / tidak? Kalau tidak, ini merupakan sikap sombong berikutnya karena merasa tidak penting. Padahal dengan prakteklah kita akan cepat lebih pintar.

Bagaimana dengan Anda? (ysw) soulartist

Sumber Foto: kinja-img.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

About Us

New Comments

cantik ????...
Nama: mama rempong di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Good......moga sukses slalu...
Nama: Rhychy di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

I love you sexy lady ... ????...
Nama: Mary di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Contact Us