"Humble"

Tanpa kerendahan hati, manusia takkan belajar apapun, selain kesombongan saat merasa dirinya sudah cukup baik, bijak, pintar. Ukuran menentukan ‘perasaan’ tersebut dapat dilihat saat menghadapi perubahan, lihat bagaimana reaksinya. Panik? Cemas? Takut? Jika YA, kita perlu merendahkan diri untuk belajar.

See More »

Your are here: Home / Share with Us

Kehilangan Yang Berharga

Share with Us | 0 Komentar

Bulan lalu saya ‘kehilangan’ 2 pasang sepatu yang tengah direparasi. Sebelum sepatu itu saya ambil, tokonya sudah tutup permanen tanpa kabar. Usaha menelpon ke beberapa cabang toko itu tak ada yang aktif, akhirnya saya relakan 2 pasang sepatu itu hilang. Hilang sepatu belumlah seberapa, saya pernah kehilangan yang jauh lebih berharga dari sekedar sepatu. Kehilangan-kehilangan itu semakin membuat saya sadar kalau semua yang saya miliki bukan milik saya, semua titipan Sang Khalik.

Banyak orang yang begitu melekat pada apa pun yang dimiliki; merasa itu jerih payahnya, hak-nya, milikinya; sehingga saat sesuatu itu hilang, ia marah-marah dan bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan, merebutnya kembali, bahkan bisa timbul konflik.

Balties, sadarkah bahwa kita lahir tanpa membawa apapun, hanya nafas yang kita pinjam dariNya?
Saat berpulang pun hanya dibekali satu set pakaian yang kita tak bisa memilih atau menolak, semua milik kita tak dibawa ke kuburan. Bahkan nama kita pun akan menjadi almarhum dan disebut jenazah, semua yang melekat akan lepas; termasuk harta yang selama ini ngotot dikumpulkan. Lalu mengapa ada yang bersikukuh begitu melekat pada hal-hal yang ada dalam kehidupannya?

Kemelekatan yang tersisa dari pemberianNya dalam hidup saya hanyalah nafas; harta benda, keluarga, teman dll, hanya pinjaman semasa hidup atas kemurahanNYA. Belajar dari kehilangan-kehilangan dalam kehidupan, ternyata saya tidak kehilangan apa pun; karena pada dasarnya saya tidak memiliki apa pun kecuali potensi yang IA beri dan anugerah Sang Khalik yang membuat saya masih bernafas.

Menjelang semua dikembalikan ke Sang Pemilik, lepaskan hatimu dari 'pengabdian' pada suatu kemelekatan. Semakin 'mengabdi' pada kehidupan terkadang hanya berbuah penderitaan; manusia tidak bisa mengabdi pada dua tuan, jadi pilih kepada siapa kita akan mengabdi, harta benda atau Sang Pemberi?

(ysw) soulartist 

Sumber Foto: duapah.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

About Us

New Comments

cantik ????...
Nama: mama rempong di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Good......moga sukses slalu...
Nama: Rhychy di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

I love you sexy lady ... ????...
Nama: Mary di Adell Si Cantik Yang Penuh Percaya Diri

Contact Us